Powered By Blogger

Senin, 11 April 2016

TUHAN ADIL DALAM SEGALA JALANNYA

TUHAN ADIL DALAM SEGALA JALANNYA


Dirangkum dari buku "Golden Booklet of the True Christian Life" oleh John Calvin

Tidak ada seorangpun yang sungguh-sungguh telah menyangkal dirinya jika belum menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan dan rela mempercayakan setiap detail kehidupannya kepada kerelaan kehendakNya.

Jika kita menempatkan diri kita dalam kerangka pikir seperti ini, maka apapun yang mungkin terjadi pada kita, kita tidak akan merasa sengsara atau dengan keliru menuduh Allah karena keadaan kita.

Orang percaya yang setia, dalam segala keadaan akan merenungkan belas kasihan dan kebaikan Allah sebagai Bapa.

Dengan mengetahui bahwa segala sesuatu yang mungkin terjadi telah di atur oleh Tuhan, dia akan menerimanya dengan hati yang damai dan bersyukur, sehingga dia tidak akan brsalah karena dengan sombong menolak pemerintahan Allah, yang kepadaNya dia telah menyerahkan dirinya dan seluruh miliknya.

Dijauhkanlah kiranya dari hati seorang Kristen untuk menerima penghiburan yang bodoh dan keji dari para filsuf kafir yang berusaha mengeraskan hati mereka terhadap kesusahan dengan menyalahkan keberuntungan atau nasib atas hal itu.

Merke berpikir bahwa merasa tidak senang dengan keadaan kita adalah sikap yang bodoh, karena terdapat suatu kuasa yang buta dan kejam di dalam dunia yang mencelakakan setiap orang, yang layak maupun yang tidak layak.

Tetapi prinsip dari pengabdian sejati adalah bahwa Allah sajalah yang menjadi Penuntun dan Penguasa atas segala kemakmuran dan kesusahan, dan bahwa Dia tidak pernah terlalu tergesa-gesa, melainkan membagikan segala kebaikan dan kejahatan dengan keadilan yang paling adil (Mazmur 79:12).

Tidak ada komentar: