|
Sabtu, 16 April 2016
Bacaan Setahun: 2 Samuel 15-16 Nats: Janganlah menghakimi menurut apa yang tampak, tetapi hakimilah dengan adil (Yohanes 7:24) |
Awas Keliru Menilai!
|
|
Bacaan:
Yohanes 7:14-24
Sore itu suasana hening di sebuah kereta
api bawah tanah tiba-tiba terganggu oleh ulah dua bocah. Mereka mengganggu
penumpang lain. Si kecil menarik-narik koran yang sedang dibaca seorang
penumpang, kadang merebut pena penumpang lain. Kakaknya berlari dan menabrak
kaki penumpang yang berdiri karena gerbong itu penuh. Beberapa penumpang
mulai terganggu dan menegur bapak kedua anak.
Bapak itu menenangkan kedua anaknya.
Suasana kembali hening. Namun, tak lama, keduanya mulai bertingkah lagi.
Malah semakin nakal. Si bapak kembali menenangkan mereka. Kejadian itu
berulang beberapa kali sampai beberapa penumpang marah, mem bentak bapak itu.
Akhirnya bapak itu memohon maaf dan
menjelaskan. "Tidak biasanya mereka bertingkah nakal seperti itu. Tadi
pagi, kedua anak ini baru saja ditinggal oleh ibu yang sangat mereka cintai.
Ia meninggal karena penyakit leukimia." Para penumpang di gerbong itu
pun terdiam.
Kita sering menghakimi orang berdasarkan
apa yang tampak menurut ukuran manusia sehingga penghakiman kita keliru (ay.
24). Tuhan Yesus mengajarkan agar kita menghakimi dengan adil. Salah satunya,
dengan berhati-hati tidak langsung menjatuhkan penghakiman, namun berusaha
memahami terlebih dahulu latar belakang perbuatan seseorang. Kita bukan hanya
melihat buah atau perbuatannya, melainkan memahami pula akar atau
motivasinya. Dengan begitu, kita dapat merespons persoalan itu dengan tepat.
Bukannya menghakimi, kemungkinan besar kita malah akan berbelaskasihan. --Lim
Ivenina Natasya/Renungan Harian
Kenali terlebih
dahulu hal yang melatarbelakangi tindakan seseorang,
agar kita tidak keliru menilai dan menanggapinya. |
sabda.org/publikasi/e-rh/print/?edisi=20160416

Tidak ada komentar:
Posting Komentar