Powered By Blogger

Selasa, 19 April 2016

Renungan Harian Edisi 19 April 2016

Selasa, 19 April 2016 

Bacaan Setahun: 2 Samuel 21-22 
Nats: Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. (Kolose 1:15)


Pak Karyo Ditinggal



Bacaan: Kolose 1:15-23 
Ada seorang guru di Kendal yang memasuki masa pensiun, sebut saja namanya Pak Karyo. Sebagai penghargaan untuknya, sekolah mengadakan acara perpisahan di Yogya. Rombongan para guru beserta Pak Karyo pun berangkat ke Yogya. Seharian mereka berkunjung ke beberapa tempat wisata di kota itu dan berakhir di Jalan Malioboro. Di situ rombongan berpencar, sibuk dengan urusan dan tujuan masing-masing. Pada waktu yang ditentukan, rombongan kembali ke bus dan segera bergerak pulang ke Kendal.
Sesampai di daerah Muntilan, kira-kira 20 km dari Yogya, para rekan guru yang kecapekan itu teringat akan Pak Karyo. Mereka mencarinya, dan ternyata Pak Karyo tidak ada di dalam bus! Gemparlah seluruh isi bus dan serentak mereka meminta pak sopir untuk berbalik arah ke Malioboro.
Tuhan Yesus, dalam bacaan hari ini, adalah pokok dari segala sesuatu. Dia adalah yang utama dari segala yang diciptakan (ay. 15). Dialah yang semestinya menjadi pusat hidup orang percaya. Namun, yang sering terjadi, Tuhan Yesus malah ditinggalkan di belakang. Bukannya hidup untuk menyenangkan hati-Nya, kita sibuk mengejar kesenangan dan kepentingan kita masing-masing.
Mungkin kita dapat membandingkannya dengan pelayanan yang kita jalani. Apakah kita benar-benar melakukannya untuk menyenangkan hati Tuhan, atau mengejar kepentingan pribadi? Tak jarang, suatu acara pelayanan malah berakhir dengan perselisihan, kekecewaan, dan kemarahan. Karena itu, penting menjadikan Dia pusat hidup kita. --Edy Santoso/Renungan Harian
Ketika kita menempatkan Yesus sebagai pusat kehidupan, 
kita akan melepaskan keegoisan dan melayani satu sama lain.

sabda.org/publikasi/e-rh/print/?edisi=20160419

Tidak ada komentar: