|
|
Kamis, 14 April 2016
Bacaan Setahun: 2 Samuel 10-12
Nats: Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya... (Yunus
3:1)
|
|
Anugerah Kesempatan Kedua
|
|
Bacaan:
Yunus 3:1-10
Tak jarang "pengenalan kanak-kanak" kita
akan Allah terus melekat di benak kita walau kita sudah dewasa secara usia.
Bahwa Allah itu bagaikan penguasa yang penuh wibawa, perkasa, yang keras
dan tak terbantahkan. Segala perintah-Nya pantang untuk ditawar, ditunda,
atau diabaikan. Sekali saja kita berani tidak menaati perintah-Nya, pasti
kita akan disikat habis!
Namun, jika kita mendalami kitab Yunus, kita akan
tercengang. Ternyata Allah itu panjang sabar dan besar kasih setia-Nya
(bdk. Yun. 3:10; 4:2, 11)! Bayangkan, Yunus, seorang nabi, seharusnya
memiliki kedekatan dan ketaatan lebih dari orang kebanyakan. Nyatanya, ia
gagal. Dengan sadar ia melarikan diri menjauhi Allah. Yunus mengabaikan
tugas panggilan-Nya untuk memberitakan maksud Allah kepada bangsa Niniwe.
Dengan penuh kesabaran, Allah menyelamatkan Yunus.
Melalui seekor ikan besar Allah membawa Yunus kembali pada panggilan
hidupnya, yakni ke Niniwe, bukan ke Tarsis (2:10). Dan, "datanglah
firman Tuhan kepada Yunus untuk kedua kalinya", menunjukkan bahwa
kemurahan Tuhan sungguh tiada habisnya. Tuhan memberi kesempatan baru. Seperti
ungkapan Yeremia: "Selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu"
(Rat. 3:23).
Sebagai hamba dan anak Tuhan, kita bisa gagal
dalam mengiring dan menaati perintah-Nya. Namun, selalu tersedia anugerah
kesempatan kedua dari Dia, agar kita bangkit dan kembali pada jalan
ketaatan. Ke Niniwe, itu yang Tuhan mau. Bukan ke Tarsis, seperti yang kita
mau. Bersediakah kita menerima kesempatan yang kedua? --Susanto/Renungan
Harian
Selalu tersedia anugerah kesempatan kedua,
namun janganlah menyia-nyiakan kemurahan-Nya.
|
|
sabda.org/publikasi/e-rh/print/?edisi=20160414
Tidak ada komentar:
Posting Komentar